Minggu, 10 April 2011
paper perekonomian indonesia
“ PEMERATAAN PEMBANGUNAN LISTRIK DAERAH TERTINGGAL “
Nama : Lia Prasetyowati
Kelas : 1 EB 19
NPM : 242100100
UNIVERSITAS GUNADARMA KAMPUS – J
TAHUN 2011
PEMBANGUNAN PEMERATAAN LISTRIK DAERAH TERTINGGAL
• LATAR BELAKANG
Proses pembangunan memerlukan suatu upaya yang terkoodisasi agar pemerataan tersebut dapat berjalan dengan efektif dan efisien . Karena sebuah pemerataan dirancang untuk jangka waktu yang panjang dan memiliki beberapa dampak bagi kelangsungan hidup masyarakat sekitarnya . dan dengan adanya pembangunan maka suatu Negara itu dapat dikatakan semakin maju . terutama jika pembangunan segala macam bentuk infrastruktur sudah terpenuhi di semua penjuru Negara itu , maka Negara tersebut dapat dikatakan sebagai Negara maju .
Pemerataan merupakan proses meratakan suatu pembangunan guna meningkatkan keadilan sosial sesuai dengan isi pancasila sila ke -5 .untuk melakukuan sebuah pemerataan di perlukan berbagai macam pertimbangan baik buruk bagi suatu Negara . karena masalah pemerataan di Indonesia belumlah sepenuhnya sempurna dan belumlah memadai untuk beberapa wilayah di daerah yang kurang terjangkau . salah satu contohnya pemerataan di bidang “ Pemerataan energi listrik untuk daerah tertinggal ( pedesaan ) “.
Energi listrik sangat di butuhkan oleh masyarakat dewasa ini . Seiring dengan perkembangan teknologi dalam bebragai bidang yang semakin pesat . Hal ini menuntut Perusahaan Listrik Nasional (PLN) untuk menyediakan energi listrik di seluruh penjuru wilayah nusantara . Namun disatu sisi pada faktanya beberapa wilayah pedesaan ( daerah tertinggal) di indonesia belum sepenuhnya mendapatkan aliran listrik .
Dalam usaha pemeratan listrik untuk daerah tertinggal dan untuk meningkatkan mutu kehidupan serta pertumbuhan ekonomi pedesaan , energi listrik memiliki peranan yang sangat penting bagi kehidupan sehari – hari . Kurang ketersediaannya akan energi listrik di pedesaan sebagai salah satu bentuk energi siap pakai ,hal itu disebabkan tenaga listrik bersifat fleksibel . listrik dapat mendorong peningkatan sarana pendidikan dan keperluan rumah tangga .
Karena kebutuhan akan listrik yang terus meningkat , hal ini memerlukan waktu yang tidak sedikit untuk membangun suatu pembangkit listrik . melalui kombinasi pengkajian kecenderungan di masa lalu dan pembuatan perkiraan ke masa yang akan datang , maka para perencana ( pemerintah & PLN) dapat memprediksi atau memperkirakan kebutuhan pembangkitan tenaga yang efisien melalui perencanaan yang tepat .
Pada Umumnya wilayah daerah terpencil yang berada di daerah pengunungan dapat memanfaatkan dan mengembangkan fasilitas alam yang sudah di sediakan . Karena wilayah pegunungan memiliki potensi besar untuk menghasilkan sumber energy listrik . Sebagai contoh masyarakat dapat menggunakan atau memanfaatkan sumber energy matahari untuk di jadikan pembakit listrik agar dapat membantu meringankan permasalahan tentang kurang ketersediaannya pasokan listrik .
• MASALAH
Kurang terjangkaunya wilayah pedesaan yang ada di Indonesia sehingga menyebabkan sulitnya mendapatkan pemerataan pembangunan listrik dan berdampak pada pola kehidupan masyarakatnya yang relatif terbatas untuk kehidupan sehari – harinya karena dibutuhkan waktu yang panjang untuk melakukan sebuah pemerataan distribusi listrik untuk wilayah-wilayah yang terpencil .
• LANDASAN TEORI
1. Menurut Myrdal (1953) bahwa dalam proses pembangunan terdapat faktor-faktor yang akan memperburuk perbedaan tingkat pembangunan antar wilayah dan antar Negara
2. Todaro (1985) mengutip dua pendapat dari dua orang tokoh yang berbeda latar belakangnya, namun apa yang mereka kemukakan mempunyai kemiripan yang mendasar, dan tampak bahwa kenyataannya banyak berlaku di beberapa bagian negara kita dewasa ini. Ke dua tokoh tersebut adalah Adam Smith, seorang ekonom dan Pope John Paul II seorang negarawan dari Brazil. Adam Smith mengemukakan bahwa tidak ada masyarakat yang dapat maju dan berbahagia di tengah-tengah sebagian besar penduduknya yang berada dalam keadaan miskin yang menyedihkan. Sedangkan Pope John Paul II menyatakan bahwa sebuah masyarakat yang tidak adil secara sosial dan tidak bermaksud untuk
memperbaikinya, masa depannya berada dalam keadaan bahaya.
3. (Mahbub Ul-Haq, 1971).
Pembangunan wilayah pedesaan dan pemberdayaan masyarakat pedesaan merupakan merupakan suatu konsep yang sejalan dengan pemikiran Mahbub tersebut, karena kantong-kantong kemiskinan pada umumnya berada di pedesaan.
4. (Tansil, 1984). Keberhasilan pembangunan pedesaan menghasilkan pemerataan pembangunan dan hasil-hasilnya menuju pada terciptanya keadilan bagi seluruh rakyat. Hal ini karena 80% penduduk Indonesia tinggal di wilayah pedesaan apabila kita berbicara tentang pembangunan pedesaan maka pada hakekatnya yang kita pikirkan adalah pembangunan masyarakat desa
5. (Ginting, 2000). Masyarakat ikut serta dalam menentukan arah dan tujuan pembangunan sesuai dengan kebutuhan mereka serta ikut dalam pelaksanaannya sesuai dengan potensi dan sumber daya yang ada pada mereka
6. Todaro (2010), ditulis setidaknya ada tiga tujuan inti pembangunan dalam perekonomian seperti berikut ini dijelaskan:
Peningkatan ketersediaan serta perluasan distribusi berbagai barang kebutuhan hidup yang pokok
Peningkatan standar hidup yang tidak hanya berupa peningkatan pendapatan, melainkan juga penambahan penyediaan lapangan kerja, perbaikan kualitas pendidikan, serta peningkatan perhatian atas nilai-nilai kultural dan kemanusiaan
Perluasan pilihan-pilihan ekonomi dan sosial bai setiap individu serta bangsa secara holistic
7. Teori-teori pembangunan dapat dikelompokkan menjadi tiga bagian yang berkembang secara tesis dan antitesis yang perkembangannya mengikuti wacana teori dan aksi secara berulang-ulang. Pada tahap pertama muncul teori modernisasi yang berada dalam kerangka teori evolusi. Teori ini muncul di Amerika Serikat yang mengaplikasikannya dalam program Marshal Plan. Karena ada ketidakpuasan terhadap pola pembangunan ini, maka kemudian lahir teori ketergantungan (dependency theory) yang memiliki sisi pandang dari negara-negara dunia ketiga yang berada dalam posisi tergantung terhadap negara-negara maju. Terakhir, untuk cara pandang yang lebih sempurna, lahir teori sistem dunia (the world system theory), dimana dunia dipandang sebagai sebuah sistem yang sangat kuat yang mencakup seluruh negara di dunia, yaitu sistem kapitalisme.
• PEMBAHASAN MASALAH
Pertambahan laju penduduk yang makin hari mengalami peningkatan dan perubahan membuat pemerintah sulit untuk mencatat dan mengetahui bagian – bagian wilayah mana saja yang belum mendapatkan distribusi listrik . Sehingga pemerataan akan distribusi listrikpun belum sep[enuhnya sempurna . Banyak wilayah di Indonesia yang sulit untuk di jangkau sehingga menghambat proses pemerataan listrik salah . Listrik menjadi salah satu hal yang terpenting untuk proses kehidupan seseorang maupun masyarakat . Tanpa adanya listrik , aktivitas masyarakat pun tergangu , terbatas atau tidak maksimal .
Dengan memanfaatkan sumberdaya yang telah disediakan oleh alam sebagai pengganti tenaga listrik yang disediakan oleh pemerintah masyarakat sekitar dap[at menggunakan Pembangkit Listrik Tenaga Surya ( PLTS) di Indonesia , PLTS ini paling popular digunakan untuk wilayah pedesaan atau daerah terpencil . Sistem seperti ini dikenal dengan sebutan SHS ( Solar Home System ) . SHS ini pada umumnya berupa system bersekala kecil , dengan menggunakan modul suya 50-100 Wp ( Watt Peak) dan menghasilkan listrik harian sebesar 150 – 300 Wh . Karena skalanya yang tidak terlalu besar , System DC ( direct current ) lebih disukai untuk menghindari losses dan self consumption akibat digunakannya inverter .
Karena sistemnya yang kecil dan jika di pasang harus secara desentralisasi (satu rumah satu pembangkit sehingga tidak memerlukan jaringan distribusi ) SHS ideal digunakan untuk listrik di pedesaan dimana jarak rumah satu dengan lainnya berjauhan , dan keperluan listriknya relatif kecil . Meskipun secara pengertian SHS dapat saja berupa system yang besar ( sejauh masih digunakan untuk listrik rumah ) , namun kebanyakan orang cenderung tidak menggunakan istilah SHS untuk sytem yang menggunakan modul lebih besar dari 100 Wp (atau produksi energy harian >400Wp).
Walaupun kecil listrik yang dapat disediakan oleh SHS sangatlah berari bagi masyarakat pedesaan karena biasanya di daerah pedesaan itu sulit untuk di jangkau jaringan listrik . Bahan – bahan yang digunakan untuk memanfatkan PLTS ini sangatlah mudah yaitu hanya terdiri atas :
1 . ALAT PENGATUR
2. BATTERY
3. MODUL SURYA
4. Lampu – lampu atau alat-alat elektronik charge controller
Keunggulan – keunggulan yang terpenting yang di miliki oleh PLTS ( Pembangkit Listrik Tenaga Surya ) :
1. Tergolong kedalam sumber energy terbarukan dan ramah lingkungan.
2. Tidak memerlukan biaya maintenance dan biaya operasi.
3. Memiliki umur tek nis lebih dari 30 tahun.
PLTS ini dapat dikembangkan dan diterapkan di dalam pedesaan – pedesaan atau daerah tertinggal agar pemerataan akan sumber daya listrik dapat terpenuhi walaupun tidak dapat optimal seperti di perkotaan dan untuk membantu penerangan di malam hari serta membantu masyarakat sekitar melakukan aktivitasnya yang berhubungan atau membutuhkan energy listrik .
• PENUTUP
•Kesimpulan
Pemerintah dan PLN seharusnya dapat melalukan pemerataan listrik untuk daerah yang tertinggal , karena listrik juga merupakan kebutuhan hidup yang dapat digolongkan penting karena setiap orang atau masyarakat membutuhkan energi listrik untuk membantu pekerjaannya dalam kehidupan sehari – hari . dewasa ini kebutuhan akan sumber daya listrik sangatlah berpengaruh untuk kelangsungan hidup , tidak dapat dibayangkan jika suatu wilayah tidak mendapatkan aliran listrik . pastiilah aktivitas yang dilakukan masyarakat sekitar wilayah tersebut sangat terbatas sehingga mungkin masyarakatnya hanya bias melakukan aktivitas yang optimal di siang hari saja . Dengan memanfaatkan sumberdaya yang telah disedikaan oleh alam secara maksimal dan di dukung dengan kerjasama dari masyarakat sekitar agar pemerataan distribusi listrik dengan memanfaatkan sumberdaya alam dapat berjalan secara efektif dan efisien dalam kurun waktu yang lama .
• Saran
Sumberdaya yang disediakan di alam ini sangatlah banyak manfaatnya bahkan barang ekonomi bebes seperti sinar matahari jika dimanfaatkan semaksimal mungkin dapat menghasilkan manfaat terpenting untuk kelangsungan hidup seperti pemanfaatan tenaga matahari untuk di jadikan pembangkit listrik . disamping itu juga dengan pengelolaan yang baik dan benar dari proses pemanfaatan tersebut dapat di jadikan sebagai lapangan pekerjaan untuk masyarakat sekitarnya .
Dengan ini seharusnya pemerintah dan PLN mampu mengkoordinasikan dan mencari orang yang berbakat atau ahli di bidang pemanfaatan tenaga surya agar dapat mengelola dan memberi pembelajaran pada masyarakat daerah tertinggal tersebut . dan agar pemerataan pembangunan untuk daerah tertinggal dapat dengan cepat disetarakan dengan kota – kota besar walaupun tidak terlalu optimal .
Sehingga seluruh lapisan masyarakat pedesaan tidak terlalu terbatas untuk melakukan aktivitasnya dimalam hari .
Senin, 20 Desember 2010
PRODUKSI DAN PRODUKTIVITAS
PERSONALIA
Bab 9
PERSONALIA
9.1 PEMANFAATAN SUMBER TENAGA KERJA DAN KOMPENSASI
a . Pendahuluan
Dalam menjalankan organisasi yang memiliki tujuan , tentunya dalam tujuan ini terdapat beberapa fungsi . fungsi di sini adalah tugas – tugas yang dapat dengan segera di bedakan dengan tugas tugas yang lain .
b . Jenis Personalia
Dalam perusahaan terdapat dua macam tenaga kerja yakni :
* Tenaga Eksekutif
* Tenaga Operatif
c. Sumber Tenaga Kerja
Tenaga kerja yang diinginkan oleh perusahaan dapat diperoleh dari beberapa sumber berikut :
1. Dari dalam perusahaan
2. Teman – teman para karyawan
3. Lembaga penempatan tenaga kerja
4. Lembaga pendidikan
5. Masyarakat umum
c . Seleksi Tenaga Kerja
Sebelum melakukan proses seleksi ada dua masalah penting yang harus diatasi terlebih dahulu . yaitu :
1. Penentuan Jenis ( Kualitas ) Tenaga Kerja
Persyaratan yang harus dipenuhi anatara lain :
* Batas Minimum – maksimum usia
* Pendidikan minimal yang dimiliki
* Pengalaman kerja yang diperoleh
* Bidang keahlian yang dimiliki
* Pengetahuan yang dimiliki
2. Penentuan Jumlah tenaga Kerja
meliputi dua hal pokok yaitu analisa beban kerja dan analisa tenaga kerja
3 . Proses seleksi
d . Pengembangan Karyawan
Yang berkaitan erat dengan tugas – tugas manajemen
Senin, 29 November 2010
resume pengantar bisnis bab 10
Bab 10
Produksi dan produktivitas
10.1 Produksi dan Produktivitas
a. Pengertian
Produksi adalah penggubahan bahan – bahan dari sumber – sumber menjadi hasil yang diinginkan oleh konsumen . hasil produksi tersebut dapat berupa barang dan jasa .
Produktivitas adalah sebuah konsep yang menggambarkan hubungan antara hasil ( jumlah barang dan jasa yang diproduksi ) dengan sumber ( jumlah tenaga kerja , modal ,tanah , energi dan lain – lain ) yang dipakai untuk menghasilkan hasil tersebut .
b. Produksi
Tanggung jawab manager produksi adalah membuat keputusan penting untuk mengubah sumber menjadi hasil yang dapat dijual . Keputusan tersebut adalah :
1 . Keputusan yang berhubungan dengan disain dari sistem produksi manufaktur
2. Keputusan yang berhubungan dengan operasi dan penggendalian sistem tersebut , baik dalam jangka panjang maupun dalam jangka pendek .
c. Sistem Produksi Manufaktur
beberapa keputusan untuk jangka panjang yang menentukan disain sistem produksi adalah tentang :
1. Disain produksi dari barang yang diperoses
2. Pemilihan / penentuan peralatan dan prosesnya
3. Disain tugas
4. Lokasi dari fasilitas produksi
5. Layout dari fasilitas tersebut
Keputusan yang kompleks tersebut sangat berkaitan dengan proses pengolahan yang dapat digolongkan menurut 3 macam cara yaitu :
1. Sifat Proses Produksi
Proses produksi dapat dibedakan menjadi empat macam yaitu :
* Proses ekstratif
* Proses analitik
* Proses fabrikasi
* Proses sintetik
2. Jangka Waktu Produksi
proses produksi digolongkan menjadi dua macam yaitu :
* Proses terus menerus ( countinous process )
* Proses terputus putus ( intermittent process )
3. Sifat Produk
Dalam hal ini , proses produksi di bagi menjadi dua macam yaitu :
* Produksi standard
* Produksi pesanan
10.2 Kegiatan Produksi
a. Gambaran Sekilas
masalah – masalah yang dihadapi oleh manajer produksi adalah :
* Perencanaan produksi
* Organisasi produksi
* Pengendalian Produksi
* Pemeliharaan peralatan
* Pengawasan dan pemeriksaan kualitas
b. Perencanaan Produksi
Perencanaan produksi meliputi keputusan – keputusan yang menyangkut dan berkaitan dengan masalah – masalah pokok yang meliputi jenis barang , jumlah barang yang akan dibuat , dan cara pembuatan .
Perencanaan jenis barang yang akan dibuat terdiri atas empat tahap , yaitu :
1. Tahap Pertama penentuan disain awal
2. Tahap kedua penentuan disain barang yang tepat
3. Tahap ketiga penentuan cara pembuatan
4. Tahap keempat adalah pembuatan
c .Organisasi Produksi
Sub bagian pengawasan produksi dan sub bagian inspeksi merupakan sub bagian yang berdiri sendiri , terpisah dari sub bagian manufaktur meskipun ketiganya sama – sama berada di bawah bagian produksi .
d. Pengendalian Produksi
Pengendalian produksi merupakan serangkaian prosedur yang bertujuan mengkoordinir semua elemen proses produktif ( pekerja , mesin , peralatan , dan material ) .
Pembahasan masalah pengendalian produksi :
1. Jenis – jenis pengendalian produksi
dua macam pengendalian produksi yaitu order control dan flow control .
2. Tahap – tahap dalam pengendalian produksi
empat tahap atau fungsi dalam pengendalian produksi yaitu :
* Perencanaan
* Routing
* Scheduling
* Dispatching
3. Alat Manajemen
e. Pemeliharaan Peralatan
Kerugian yang diderita oleh perusahaan kerena kelalaian mengadakan pemeliharaan peralatan . Pada umumnya , biaya pemeliharaan peralatan dari tahun ke tahun selalu mengalami peningkatan . Terdapat dua sistem untuk mengorganisasi pemeliharaan yaitu di desentralisir dan sentralisasi .
f. Pengawasan Kualitas dan Inspeksi
Masalh pengawasan dan inspeksi tidak hanya menyangkut tentang barang saja , akan tetapi menyangkut pula kebijakan kualitas sesuai dengan tuntutan pasar . Terdapat empat tahap pengawasan kualitas yaitu :
1. Penentuan kebijakan tentang penetapan kualitas sesuai dengan tuntutan pasar
2. Tahap penentuan disain teknis untuk mencapai target tuntutan pasar
3. Tahap pembuatan
4. Tahap penggunaan di lapangan
10.3 Lokasi dan Layout Pabrik
a. Faktor Yang Mempengaruhi Penentuan Lokasi Pabrik
Ada beberapa faktor yang harus dipertimbangkan dalam pemilihan tempat untuk pabrik baru , yaitu :
* dekat dengan pasar , misalnya pabrik roti basah
* dekat dengan bahan baku , misalnya pabrik semen
* Ongkos transport , misalnya pabrik mobil
* Penyediaan tenaga kerja , misalnya pabrik rokok
* Penyediaan sumber tenaga / energi
* Lingkungan sekitar
* Iklim , misalnya perkebunan the
Lokasi yang paling ideal bagi perusahaan adalah lokasi dimana biaya oprasinya paling rendah atau serendah mungkin . Lokasi pabrik yang tepat merupakan tuntutan yang mutlak harus dipenuhi oleh setiap perusahaan .
b. Cara Penentuan Lokasi Pabrik
Terdapat dua cara menentukan lokasi pabrik yakni :
1 . Cara Kualitatif
cara ini cukup sederhana yaitu cukup dengan mengadakan penilaian kualitatif terhadap faktor – faktor yang di anggap memegang peranan pada setiap alternatif lokasi .
2 . Cara Kuantitatif
Cara Kompleks cara yang menggunakan rumus – rumus matematika dan menggunakan model tertentu yang banyak digunakan dalam oprating research . Cara Sederhana meupakan usaha mengkuantifikasi hasil analisis kualitatif yang telah dilakukan dengan cara memberikan score kepada setiap masing – masing kriteria .
c. Layout Fasilitas Produksi
Layout fasilitas produksi adalah pengaturan dan penempatan alat – alat , tenaga kerja , dan kegiatan – kegiatan di dalam produksi . Layout dibedakan menjadi dua macam yaitu :
1. Process Layout
merupakan penyusunan fasilitas produksi , dimana mesin – mesin yang memiliki fungsi sama ditempatkan pada tempat tertentu .
2. Product Layout
Layout ini paling banyak di pakai di perusahaan perakitan , misalnya perusahaan mobil dan sepeda motor .
Sabtu, 27 November 2010
observasi ke - pabrik tahu
Tugas : Pengantar Bisnis
Disusun Oleh
1. ELSA RESTIYANTI ( 22210345 )
2. FERA LUFHIDARANI ( 22210722 )
3. LIA PRASETYOWATI ( 24210010 )
4. NIKO BRIAN ALFIANTO ( 24210986 )
5. WIWEKO ADITYO ( 28210567 )
Kelas : 1EB19
UNIVERSITAS GUNADARMA
Thn. 2010 – 2011
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penyusun dapat menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya.
Makalah ini disusun sebagai penunjang mata kuliah Pengantar Bisnis. Makalah ini bertemakan tentang ”Observasi ke – Pabrik Tahu”. Makalah ini disusun dengan tujuan agar mahasiswa dapat menambah wawasannya mengenai tema yang kami bahas dalam makalah ini.
Penyusun menyadari dalam penyusunan makalah ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, penyusun menerima koreksi, kritik dan saran guna perbaikan di makalah yang selanjutnya.
Akhirnya penyusun mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan baik moril dan materil, baik langsung maupun tidak langsung sehingga makalah ini bisa sampai kehadapan para pembaca.
Penyusun.
DAFTAR ISI
Kata Pengantar ii
Daftar Isi iii
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pabrik Tahu ……………………………….. 1
1.2 Identifikasi Masalah ………………………………………... 1
1.3 Tujuan Penelitian …………………………………………… 2
1.4 Metode Penelitian …………………………………………... 2
BAB II PROSES PRODUKSI 2.1 Bahan – Bahan Yang digunakan Untuk
Proses Produksi Tahu ………………………………… 4
2.2 Tahapan – Tahapan Proses Pembuatan Tahu………….. 4
2.3 Proses Penditribusian Tahu …………………………… 4
BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan …………………………………………… 6
3.2 Kritik …………………………………………………. 6
3.3 Saran ………………………………………………….. 7
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Pabrik Tahu
Pabrik tahu ini dikelola oleh keluarga Bapak Muslani. Pabrik tahu ini didirikan sejak tahun 1997. Pabrik tahu ini bertempat di Jl. Swadaya X rt 01 rw 21 , Jaka Sampurna, Bekasi. Pabrik tahu ini mulai beroperasi dari pukul 06.00 wib hingga pukul 17.00 wib . Pabrik ini memiliki 7 ( tujuh ) orang karyawan . Pabrik ini menggunakan prinsip management keluarga, jadi yang mengelolanya adalah keluarga dari pemiliknya itu sendiri . Karena tahu adalah salah satu makanan yang banyak diminati oleh masyarakat Indonesia jadi sampai saat ini pabrik tahu Bapak Muslani masih menjalankan produksinya selain itu pabrik tahu Bapak Muslani ini telah memiliki agen – agen pendistribusian dari produk tahu yang diproduksinya. Pabrik tahu ini termasuk kedalam jenis perusahaan perseorangan karena , pemiliknya hanya satu orang saja
1.2 Identifikasi Masalah
Bedasarkan pada uraian latar belakang penelitian atau observasi penelitian , maka penulis mengidentifikasikan masalah sebagai berikut :
1. apa saja bahan pokok dalam pembuatan tahu ?
2. bagaimana cara pembuatan tahu ?
3. Bagaimana cara pendistribusian tahu dari pabrik ke distributor ?
1.3 Tujuan Penelitian
Setiap penelitian tentunya memiliki tujuan tertentu , begitu pula dengan penelitian yang penulis lakukan juga memiliki tujuan , antara lain :
1. Ingin menambah wawasan mengenai proses pembuatan tahu
2. untuk mengetahui bagaimana cara pendistribusian tahu – tahu tersebut
3. untuk memberikan tambahan wawasan kepada pembaca mengenai penggolahan tahu
1.4 Metode Penelitian
Metode penelitian untuk mengumpulkan data-data dalam rangka penulisan karya tulis ini dengan cara sebagai berikut :
1. Metode observasi, yaitu proses pengumpulan data melalui kegiatan melihat, memantau dan menganalisa secara langsung sehingga akan lebih jelas objek yang diamati.
2. Metode tertulis wawancara / interview, yaitu cara pengumpulan data melalui obrolan atau tanya jawab serta bertatap muka secara langsung.
BAB II
PROSES PRODUKSI
Tahu adalah sebuah makanan yang familiar di kalangan masyarakat Indonesia . selain harganya yang murah dan mudah untuk di dapat , tahu mengandung nilai protein yang tinggi karena bahan baku utamanya adalah kedelai . hampir di seluruh kalangan masyarakat Indonesia mengkonsumsi tahu . dalam proses pembuatannya , tahu menyisakan limbah yang dapat di daur ulang kembali menjadi oncom . dengan bahan dasar kedelai , dari kedelai itulah sebab tahu menghasilkan protein , dan kedelai itu sendiri juga mengandung vitamin K . makanan yang layak dikonsumsi adalah makanan yang mengandung unsur 4( empat ) sehat 5 ( lima ) sempurna , dimana yang dimaksud makanan empat sehat lima sempurna adalah makanan yang mengandung gizi lengkap seperti karbohidrat , mineral , kalsium , serat , vitamin dan protein . karena tahu mengandung protein , jadi tahu layak digolongkan sebagai makanan empat sehat lima sempurna .
Ada juga tahu yang tidak layak untuk dikonsumsi , hal itu dikarenakan terdapat zat kimia yang berbahaya di dalamnya , seperti formalin . formalin sangat berbahaya jika dikonsumsi karena salah satu fungsi formalin adalah sebagai bahan pengawetan mayat .
Tahu ada berbagai macam jenis , tidak hanya tahu yang berbentuk kotak dan berwarna putih . contohnya dari segi warna saja , di pasaran tahu memiliki 3 tiga variasi warna yaitu putih , kuning dan coklat .
Semakin berkembangnya jaman , ternyata berpengaruh juga terhadap inovasi pembuatan tahu . tidak asing dikalangan masyarakat istilah tahu bulat ,begitu sangat populernya tahu dikalangan masyarakat , sehingga banyak yang mengenal dan mengkonsumsinya .
2.1 Bahan – Bahan Yang digunakan Untuk Proses Produksi Tahu
- Bahan baku utama dalam pembuatan tahu adalah kedelai
- Mesin Pembantu untuk menghaluskan kedelai
- Mesin Uap untuk membantu proses pengukusan tahu
- Penggorengan untuk menggoreng salah satu jernis tahu yang diproduksi
2.2 Tahapan – Tahapan Proses Pembuatan Tahu
Tahapan dalam proses pembuatan tahu ialah mula mula merendam kedelai lalu kedelai tersebut dimasukan kedalam mesin penggilingan kedelai hingga kedelainya halus , kemudian kedelai yang telah dihaluskan tadi dimasak dengan bantuan mesin uap , lalu setelah matang di angkat dan dimasukan kedalam cetakan tahu hingga bisa dipotong – potong dan setelah di potong – potong dimasukan ke dalam tempat penyimpanan .
Pabrik ini juga memproduksi jenis tahu yang di goreng , prosesnya sama dengan proses diatas hanya ditambahkan satu proses lagi yaitu dimasukan ke dalam penggorengan dan digoreng hingga matang .
itulah proses – proses tahapan – tahapan pembuatan tahu yang di dilakukan oleh pabrik tahu ini .
2.3 Proses Pendistribusian Tahu
Proses pendistribusian tahun pada pabrik ini dilakukan dengan dua cara yaitu :
- Proses pendistribusian yang pertama yaitu mereka ( para penjual di pasar ) menggambil sendiri
tahu – tahu itu ke pabrik milik Bapak Muslani lalu menjualnya lagi dipasar sehingga langsung
sampai ketangan konsumen .
- Proses pendistribusian yang kedua adalah dengan cara mendistribusikan tahu ke agen – agen
yang telah memesan hasil pembuatan tahu – tahu itu , jadi dari agen tersebut penjual dipasar
bisa mendapatkan tahu tersebut melalui perantara yaitu Agen sehingga tidak langsung sampai
ke tangan konsumen .
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Melalui makalah ini penulis mengetahui bagaimana cara memproses kacang bahan baku kacang kedelai menjadi tahu, mulai dari penggilingan hingga pemasakkan. Penulis juga mengetahui bagaimana cara memasarkannya, sehingga penulis tau termasuk ke perusahaan apakah pabrik tahu tersebut. Selain itu yang terpenting adalah penulis mempunyai pengalaman, pandangan tentang arti dari bisnis tersebut, serta mengetahui bagaimana kehidupan lapangan kerja dilingkungan sekitar.
Dari observasi ini penulis mendapat kesimpulan bahwa dari pabrik tahu milik perseorangan ini dapat menyerap pekerja lumayan banyak sehingga dapat memperkecil angka pengangguran dan kemiskinan. Selain itu pabrik tahu tersebut setiap harinya dapat memproduksikan tahu yang banyak sehingga pabrik tahu tersebut dapat memperkecil angka gizi buruk karena melalui penelitian kacang kedelai yang diolah menjadi tahu tersebut sangatlah bermanfaat bagi gizi manusia n harganya cukup untuk dibeli masyarakat kelas ekonomi kebawah.
3.2 Keritik
Sebelum penulis memberikan keritik dan saran izinkan untuk meminta maaf terlebih dahulu kepada pemilik pabrik tahu apabila ada salah kata dan menyinggung perasaan pemilik pabrik tahu tersebut.
keritik
Menurut keritik penulis kepada pabrik tahu yang telah dilakukan observasi adalah :
1. Lokasi pabrik yang terpencil dan sulit untuk dijangkau oleh para penjual dan pembeli
2. Keadaan pabrik yang melakukan pemprosesan kurang terjaga kehigenisan tahunya baik dalam mengelola maupun kemasan yang akan dibawa ke konsumen
3. Para pekerja yang kurang memperhatikan kehigenisan tahu tersebut, baik pembuat dan penampilan para pekerja pada saat membuat tahu
3.3 Saran
Setelah memberikan keritik untuk pembanggunan dan kemajuan pabrik tersebut, kami penulis juga memberi saran untuk pabrik tahu tersebut agar lebih baik.
1. Seharusnya pabrik yang baik adalah pabrik yang lokasinya mudah dijangkau oleh konsumen dan jauh dari pemukiman penduduk, agar polusinya tidak mencemari lingkungan penduduk.
2. Keadaan pabrik yang melakukan pemprosesan haruslah lebih higenis, sehingga kesehatan dan gizi tahu tersebut terjaga hingga dikonsumsi oleh konsumen
3. Seharusnya pabrik tahu tersebut membuatkan baju seragam untuk para pekerjanya yang tujuannya untuk kehigenisan tahu dan keselarasan pabrik tersebut.
observasi ke - pabrik tahu
OBSERVASI ke – PABRIK TAHU
Tugas : Pengantar Bisnis

Disusun Oleh
1. ELSA RESTIYANTI ( 22210345 )
2. FERA LUFHIDARANI ( 22210722 )
3. LIA PRASETYOWATI ( 24210010 )
4. NIKO BRIAN ALFIANTO ( 24210986 )
5. WIWEKO ADITYO ( 28210567 )
Kelas : 1EB19
UNIVERSITAS GUNADARMA
Thn. 2010 – 2011
KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penyusun dapat menyelesaikan makalah ini tepat pada waktunya.
Makalah ini disusun sebagai penunjang mata kuliah Pengantar Bisnis. Makalah ini bertemakan tentang ”Observasi ke – Pabrik Tahu”. Makalah ini disusun dengan tujuan agar mahasiswa dapat menambah wawasannya mengenai tema yang kami bahas dalam makalah ini.
Penyusun menyadari dalam penyusunan makalah ini masih jauh dari sempurna. Oleh karena itu, penyusun menerima koreksi, kritik dan saran guna perbaikan di makalah yang selanjutnya.
Akhirnya penyusun mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah memberikan dukungan baik moril dan materil, baik langsung maupun tidak langsung sehingga makalah ini bisa sampai kehadapan para pembaca.
Penyusun.
DAFTAR ISI
Kata Pengantar ....................................................................................................................... ii
Daftar Isi ............................................................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pabrik Tahu ……………………………….. 1
1.2 Identifikasi Masalah ………………………………………... 1
1.3 Tujuan Penelitian …………………………………………… 2
1.4 Metode Penelitian …………………………………………... 2
BAB II PROSES PEODUKSI 2.1 Bahan yang di Gunakan untukProses Produksi Tahu .... 4 2.2 Tahapan – Tahapan Proses Pembuatan Tahu………….. 4
2.3 Proses Penditribusian Tahu …………………………… 4
BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan …………………………………………… 6
3.2 Kritik …………………………………………………. 6
3.3 Saran ………………………………………………….. 7
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang Pabrik Tahu
Pabrik tahu ini dikelola oleh keluarga Bapak Muslani. Pabrik tahu ini didirikan sejak tahun 1997. Pabrik tahu ini bertempat di Jl. Swadaya X rt 01 rw 21 , Jaka Sampurna, Bekasi. Pabrik tahu ini mulai beroperasi dari pukul 06.00 wib hingga pukul 17.00 wib . Pabrik ini memiliki 7 ( tujuh ) orang karyawan . Pabrik ini menggunakan prinsip management keluarga, jadi yang mengelolanya adalah keluarga dari pemiliknya itu sendiri . Karena tahu adalah salah satu makanan yang banyak diminati oleh masyarakat Indonesia jadi sampai saat ini pabrik tahu Bapak Muslani masih menjalankan produksinya selain itu pabrik tahu Bapak Muslani ini telah memiliki agen – agen pendistribusian dari produk tahu yang diproduksinya. Pabrik tahu ini termasuk kedalam jenis perusahaan perseorangan karena , pemiliknya hanya satu orang saja
1.2 Identifikasi Masalah
Bedasarkan pada uraian latar belakang penelitian atau observasi penelitian , maka penulis mengidentifikasikan masalah sebagai berikut :
1. apa saja bahan pokok dalam pembuatan tahu ?
2. bagaimana cara pembuatan tahu ?
3. Bagaimana cara pendistribusian tahu dari pabrik ke distributor ?
1.3 Tujuan Penelitian
Setiap penelitian tentunya memiliki tujuan tertentu , begitu pula dengan penelitian yang penulis lakukan juga memiliki tujuan , antara lain :
1. Ingin menambah wawasan mengenai proses pembuatan tahu
2. untuk mengetahui bagaimana cara pendistribusian tahu – tahu tersebut
3. untuk memberikan tambahan wawasan kepada pembaca mengenai penggolahan tahu
1.4 Metode Penelitian
Metode penelitian untuk mengumpulkan data-data dalam rangka penulisan karya tulis ini dengan cara sebagai berikut :
1. Metode observasi, yaitu proses pengumpulan data melalui kegiatan melihat, memantau dan menganalisa secara langsung sehingga akan lebih jelas objek yang diamati.
2. Metode tertulis wawancara / interview, yaitu cara pengumpulan data melalui obrolan atau tanya jawab serta bertatap muka secara langsung.
BAB II
PROSES PRODUKSI
Tahu adalah sebuah makanan yang familiar di kalangan masyarakat Indonesia . selain harganya yang murah dan mudah untuk di dapat , tahu mengandung nilai protein yang tinggi karena bahan baku utamanya adalah kedelai . hampir di seluruh kalangan masyarakat Indonesia mengkonsumsi tahu . dalam proses pembuatannya , tahu menyisakan limbah yang dapat di daur ulang kembali menjadi oncom . dengan bahan dasar kedelai , dari kedelai itulah sebab tahu menghasilkan protein , dan kedelai itu sendiri juga mengandung vitamin K . makanan yang layak dikonsumsi adalah makanan yang mengandung unsur 4( empat ) sehat 5 ( lima ) sempurna , dimana yang dimaksud makanan empat sehat lima sempurna adalah makanan yang mengandung gizi lengkap seperti karbohidrat , mineral , kalsium , serat , vitamin dan protein . karena tahu mengandung protein , jadi tahu layak digolongkan sebagai makanan empat sehat lima sempurna .
Ada juga tahu yang tidak layak untuk dikonsumsi , hal itu dikarenakan terdapat zat kimia yang berbahaya di dalamnya , seperti formalin . formalin sangat berbahaya jika dikonsumsi karena salah satu fungsi formalin adalah sebagai bahan pengawetan mayat .
Tahu ada berbagai macam jenis , tidak hanya tahu yang berbentuk kotak dan berwarna putih . contohnya dari segi warna saja , di pasaran tahu memiliki 3 tiga variasi warna yaitu putih , kuning dan coklat .
Semakin berkembangnya jaman , ternyata berpengaruh juga terhadap inovasi pembuatan tahu . tidak asing dikalangan masyarakat istilah tahu bulat ,begitu sangat populernya tahu dikalangan masyarakat , sehingga banyak yang mengenal dan mengkonsumsinya .
2.1 Bahan – Bahan Yang digunakan Untuk Proses Produksi Tahu
- Bahan baku utama dalam pembuatan tahu adalah kedelai
- Mesin Pembantu untuk menghaluskan kedelai
- Mesin Uap untuk membantu proses pengukusan tahu
- Penggorengan untuk menggoreng salah satu jernis tahu yang diproduksi
2.2 Tahapan – Tahapan Proses Pembuatan Tahu
Tahapan dalam proses pembuatan tahu ialah mula mula merendam kedelai lalu kedelai tersebut dimasukan kedalam mesin penggilingan kedelai hingga kedelainya halus , kemudian kedelai yang telah dihaluskan tadi dimasak dengan bantuan mesin uap , lalu setelah matang di angkat dan dimasukan kedalam cetakan tahu hingga bisa dipotong – potong dan setelah di potong – potong dimasukan ke dalam tempat penyimpanan .
Pabrik ini juga memproduksi jenis tahu yang di goreng , prosesnya sama dengan proses diatas hanya ditambahkan satu proses lagi yaitu dimasukan ke dalam penggorengan dan digoreng hingga matang .
itulah proses – proses tahapan – tahapan pembuatan tahu yang di dilakukan oleh pabrik tahu ini .
2.3 Proses Pendistribusian Tahu
Proses pendistribusian tahun pada pabrik ini dilakukan dengan dua cara yaitu :
- Proses pendistribusian yang pertama yaitu mereka ( para penjual di pasar ) menggambil sendiri
tahu – tahu itu ke pabrik milik Bapak Muslani lalu menjualnya lagi dipasar sehingga langsung
sampai ketangan konsumen .
- Proses pendistribusian yang kedua adalah dengan cara mendistribusikan tahu ke agen – agen
yang telah memesan hasil pembuatan tahu – tahu itu , jadi dari agen tersebut penjual dipasar
bisa mendapatkan tahu tersebut melalui perantara yaitu Agen sehingga tidak langsung sampai
ke tangan konsumen .
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Melalui makalah ini penulis mengetahui bagaimana cara memproses kacang bahan baku kacang kedelai menjadi tahu, mulai dari penggilingan hingga pemasakkan. Penulis juga mengetahui bagaimana cara memasarkannya, sehingga penulis tau termasuk ke perusahaan apakah pabrik tahu tersebut. Selain itu yang terpenting adalah penulis mempunyai pengalaman, pandangan tentang arti dari bisnis tersebut, serta mengetahui bagaimana kehidupan lapangan kerja dilingkungan sekitar.
Dari observasi ini penulis mendapat kesimpulan bahwa dari pabrik tahu milik perseorangan ini dapat menyerap pekerja lumayan banyak sehingga dapat memperkecil angka pengangguran dan kemiskinan. Selain itu pabrik tahu tersebut setiap harinya dapat memproduksikan tahu yang banyak sehingga pabrik tahu tersebut dapat memperkecil angka gizi buruk karena melalui penelitian kacang kedelai yang diolah menjadi tahu tersebut sangatlah bermanfaat bagi gizi manusia n harganya cukup untuk dibeli masyarakat kelas ekonomi kebawah.
3.2 Keritik
Sebelum penulis memberikan keritik dan saran izinkan untuk meminta maaf terlebih dahulu kepada pemilik pabrik tahu apabila ada salah kata dan menyinggung perasaan pemilik pabrik tahu tersebut.
keritik
Menurut keritik penulis kepada pabrik tahu yang telah dilakukan observasi adalah :
1. Lokasi pabrik yang terpencil dan sulit untuk dijangkau oleh para penjual dan pembeli
2. Keadaan pabrik yang melakukan pemprosesan kurang terjaga kehigenisan tahunya baik dalam mengelola maupun kemasan yang akan dibawa ke konsumen
3. Para pekerja yang kurang memperhatikan kehigenisan tahu tersebut, baik pembuat dan penampilan para pekerja pada saat membuat tahu
3.3 Saran
Setelah memberikan keritik untuk pembanggunan dan kemajuan pabrik tersebut, kami penulis juga memberi saran untuk pabrik tahu tersebut agar lebih baik.
1. Seharusnya pabrik yang baik adalah pabrik yang lokasinya mudah dijangkau oleh konsumen dan jauh dari pemukiman penduduk, agar polusinya tidak mencemari lingkungan penduduk.
2. Keadaan pabrik yang melakukan pemprosesan haruslah lebih higenis, sehingga kesehatan dan gizi tahu tersebut terjaga hingga dikonsumsi oleh konsumen
3. Seharusnya pabrik tahu tersebut membuatkan baju seragam untuk para pekerjanya yang tujuannya untuk kehigenisan tahu dan keselarasan pabrik tersebut.